This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 08 April 2017

Testimoni Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

Di semester 2 saya mendapatkan mata kuliah psikologi pendidikan. Belajar psikologi pendidikan itu menyenangkan. Saya mendapatkan banyak pengetahuan selama memgikuti mata kuliah ini. Seperti bagaimana cara mengelola kelas,  belajar yang baik, dan bagaimana cara mengobservasi yang benar dan yang lainnya. Saat di kelas pun ada hal yang menarik seperti dosen yang memberikan hadiah apabila kita bisa menjawab pertanyaan, berani untuk mengungkapkan pendapat dan aktif selama belajar.

Di mata kuliah psikologi pendidikan ini kami mendapat tugas meresume yang kemudian di posting di blog dan mengobservasi. Dengan adanya tugas meresume kembali materi yang sudah dipelajari membuat saya lebih rajin untuk membaca kembali materi tersebut dan membuat saya menjadi lebih paham tentang materi tersebut.
Kemudian juga ada tugas observasi dan kelompok saya mendapatkan tugas untu mengobservasi SMA. Dengan adanya observasi ini saya lebih mengetahui bagaimana proses belajar mengajar di kelas.
Saya berharap semoga kedepannya saya bisa mengikuti mata kuluah ini dengan baik dan mendapatkan pengetahuan dan hal-hal baru lagi.

Rabu, 05 April 2017

Psikologi Pendidikan - Diversitas Sosiokultural

KULTUR DAN ETNIS

Kultur
Kultur adalah pola perilaku, keyakinan, dan semua produk lain dari kelompok orang tertentu yang diturunkan dari satu generasi kegenerasi selanjutnya.
Para psikolog dan pendidik yang mempelajari kultur sering kali tertarik untuk membandingkan apa yang terjadi antara satu kultur dengan kultur lainnya.
Studi lintas-kultural adalah studi yang membangdingkan apa yang terjadi dalam satu kultur dengan apa yang terjadi dengan satu kultur lainnya menyediakan informasi tentang seberapa perilaku tertentu adalah perilaku khusus dari suatu kultur.
Perbedaan dalam kultur ini dideskripsikan dengan dua istilah:
Individualisme adalah seperangkat
nilai yang mengutamakan tujuan personal diatas tujuan kelompok.
Kolektivisme adalah seperangkat nilai yg mendukung kelompok.

Status Sosioekonomi
Status Sosio-ekonomi (SES) adalah kelompok orang berdasarkan karakteristik ekonomi, individual, dan pekerjaannya.

Etnis
Kata ethnic berasal dari kata Yunani yg berarti “bangsa”. Etnisitas adalah pola umum atau karakteristik seperti warisan kultural, nasionalitas, ras, agama, dan bahasa.

Isu Bahasa
Pendidikan Bilingual adalah mengajar
mengajar mata pelajaran kepada anak imigran dengan menggunakan bahasa asal mereka sembari secara
bertahap memberikan pengajaran menggunakan bahasa Inggris.

Pendidikan Multikultural

Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang menghargai diservitas dan mewadahi perspektif dari berbagai kelompok kultural atas dasar basis reguler.
Pendidikan multikultural ini bertujuan untuk pemerataan kesetaraan dan keadilan sosial dalam masyarakat untuk wanita serta orang kulit berwarna termasuk kelompok minoritas.
Ada 2 komponen utama dalam keadilan sosial ini, yaitu :
Reduksi Prasangka : aktivitas yang dapat diimplementasikan guru di kelas untuk mengeliminasi pandangan negatif dan stereotip terhadap orang lain.
Pedagogi Ekuitas : modifikasi proses pengajaran dengan memasukkan materi dan strategi yang tepat untuk semua kelompok etnis.

Memberdayakan Murid
Pemberdayaan berarti memberi orang keahlian intelektual dan kemampuan mengcoping masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil.
Dari pendidikan multikultural ini diharapkan dapat meningkatkan rasa harga diri minoritas, mengurangi prasangka, dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih setara.

Pengajaran yang Relevan Secara Kultural
Pengajaran yang relevan secara kultural adalah aspek penting dari pendidikan multikultural. Pengajaran ini dimaksudkan untuk menjalin hubungan dengan latar belakang kultural dari pelajar.
Pakar pendidikan multikultural
percaya bahwa guru yang baik akan mengetahui dan mengintegrasikan pengajaran yang relevan secara kultural ke dalam kurikulum karena akan membuat pengajaran menjadi lebih efektif.

Pendidikan yang Berpusat pada Isu
Ini juga merupakan aspek penting dalam pendidikan multikultural. Pendidikan yang berpusat pada isu ini terkait erat dengan kesetaraan, keadilan sosial dan pendidikan moral.
Meningkatkan Hubungan Diantara Anak dari Kelompok Etnis yang Berbeda
Beberapa strategi untuk meningkatkan hubungan antara anak dari kelompok etnis yang berbeda, yaitu :
Kelas Jigsaw, yakni kelas dimana murid dari berbagai latar belakang kultural yang berbeda diminta
bekerja sama untuk mengerjakan beberapa bagian yang berbeda dari suatu tugas untuk meraih tujuan yang sama.
Kontak personal, dengan orang lain dari latar belakang kultural yang berbeda, maksudnya adanya hubungan antara guru dan staf sekolah dengan latar belakang kultural yang berbeda dalam berinteraksi atau bersosialisasi dengan murid. Agar dapat memperbaiki hubungan antara etnis di kalangan murid.
Pengambilan perspektif, yaitu seperti latihan atau aktivitas yang dapat membantu murid melihat perspektif orang lain dapat meningkatkan relasi antar-etnis.
Pemikiran kritis dan inteligensi emosional.
Mengurangi bias.
Meningkatkan toleransi dan lain sebagainya.

Gender

Gender adalah dimensi sosiokultural dan psikologis dari pria dan wanita.
Peran gender (gender role) adalah ekspektasi sosial yang merumuskan bagaimana pria dan wanita seharusnya berpikir, merasa, dan berbuat.

Pandangan terhadap Perkembangan Gender

 1. Pandangan Biologis
Tak satu pun yang menyangkal bahwa ada perbedaan genetik, biokimia, dan anatomi antar jenis kelamin. Bahkan pakar gender yang menganut pandangan environmental juga mengakui bahwa gadis dan jejaka diperlakukan secara berbeda karena perbedaan fisik dan peran mereka dalam proses reproduksi. Ada beberapa isu yg memiliki pengaruh
langsung maupun tidak langsung pada
faktor biologis dan lingkungan. Misalnya, androgen adalah hormon seks dominan dalam diri pria sedangkan pada pada wanita corpus collosumnya lebih besar ketimbang pria.

2. Pandangan Sosialisasi
Teori psikoanalitik maupun kognitif sosial mendeskripsikan pengalaman sosial yang mempengaruhi perkembangan gender anak.
Teori psikoanalitik gender berasal dari pandangan Sigmund Freud bahwa anak-anak prasekolah mengembangkan ketertarikan seksual kepada orang tuanya yang berjenis kelamin berbeda dengan dirinya.
Teori kognitif sosial gender menekankan bahwa perkembangan gender anak terjadi melalui pengamatan dan peniruan perilaku gender dan melalui penguatan dan hukuman terhadap gender.
3.Pandangan Kognitif
Menurut teori perkembangan kognitif, tipe gender anak terjadi setelah mereka mengembangkan konsep gender. Teori ini dikembangkan oleh kohlberg (1966). Ia percaya anak baru memahami gender secara konstan setelah mencapai tahap operasional konkret Piaget yakni ketika ia berumur tujuh tahun.
Teori Skema gender menyatakan bahwa perhatian dan perilaku individu
dituntun oleh motivasi internal untuk menyesuaikan dengan standar sosiokultural berbasis gender dan stereotip gender. Skema gender adalah struktur kognitif, atau jaringan asosiasi yang menata dan menuntun persepsi individu berdasarkan gender.  

Stereotip
Stereotip gender adalah kategori luas yang merefleksikan kesan dan keyakinan tentang apa perilaku yang tepat untuk pria dan wanita.
Sexisme berarti prasangka dan diskriminasi terhadap individu karena jenis kelamin seseorang.

Klasifikasi Peran Gender
Konsep Androgini dikembangkan saat semakin banyaknya ketidakpuasan pria dan wanita kepada ekspektasi gender yang kaku. Androgini adalah konsep
tentang kehadiran karakteristik maskulin dan feminin yang diinginkan dalam diri seseorang.


Senin, 03 April 2017

Psikologi Pendidikan - Pendekatan Behavioral dan Kognitif Sosial

PENGERTIAN BELAJAR
Belajar adalah pengaruh yang relatif permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman.
Pendekatan Untuk Pembelajaran
Behaviorisme adalah pandangan perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diobservasi secara langsung, bukan melalui proses mental. Pengondisian klasik dan operan adalah pandangan behavioral yang menekankan pada pembelajaran asosiatif. Psikologi semakin ke arah kognitif selama dekade terakhir abad ke-20 dan menekankan pada kognitif masih berlanjut sampai sekarang. Ini tercermin dalam empat pendekatan kognitif untuk pembelajaran yaitu:
Pendekatan kognitif sosial yang menekankan bagaimana faktor perilaku, dan orang saling berinteraksi memenuhi proses pembelajaran.
- Pendekatan kedua, pemprosesan informasi, menitikberatkan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian, ingatan, pemikiran, dan proses kognitif lainnya.
- Pendekatan ketiga, konstruktivitas kognitif, menekankan konstruksi kognitif terhadap pengetahuan dan pengalaman.
- Pendekatan keempat, konstriktivitas sosial, fokus pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.

Pendekatan Behavioral dan Pembelajaran

Pengondisian Klasik
Pengondisian klasik adalah tipe pembelajaran dimana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Teori pengkondisian klasik merupakan teori yang dikemukakan oleh Ivan Pavlov melalui eksperimennya terhadap seekor anjing, dimana alat perangsang yang asli dan netral dipasang dengan stimuli bersyarat secara berulang-ulang sehingga muncul reaksi yang diinginkan. Dari penjelasan tersebut, terdapat beberapa tahap eksperimen antara lain:
- Dimana anjing, bila diberikan makanan (ICS) maka secara otomatis anjing akan mengeluarkan air liur.
- Jika sebuah bel dibunyikan, maka ia tidak merespon.
- Sehingga dalam eksperimen ini anjung diberikan sebuah makanan
anjing diberikan sebuah makanan
setelah diberikan bunyi bel terlebih dahulu. Maka anjing akan mengeluarakan air liur akibat dari pemberian makanan.
- Setelah diberikan secara berulang-ulang, maka ketika anjing mendengar bunyi bel tanpa pemberian makanan , secara otomatis anjing berliur.

Generalisasi, Diskriminasi, dan Pelenyapan
Pengondisian klasik juga melibatkan generalisasi, diskriminasi, dan pelenyapan. Generalisasi adalah kecendrungan dari suatimulus baru yang sama dengan stimulus terkondisikan orisinal untuk menghasilkan respon yang sama. Diskriminasi terjadi ketika organisme merespon pada stimuli tertentu tetapi tidak pada stimuli lainnya. Sedangkan pelenyapan adalah pelemahan CR karena tidak ada US.
Desensititas Sistematis
Desensititas Sistematis adalah sebuah metode yang didasarakn pada pengondisian klasik ynag dimaksud untuk mengurangi kecemasan dengan cara membuat individu mengasosiasikan
relaksasi dengan visualisasi situasi yang menimbulkan kecemasan.
Misalnya, orang yang takut ketinggian. Pertama-tama dia dibawa ke ketinggian yang level satu terlebih dahulu baru ke level dua dan seterusnya. Sampai pada titik ketakutannya hilang.
Pengondisian Operan
Pengondisian Operan atau sering disebut dengan pengondisian instrumental adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulang.
Hukum Efek Thorndike
Pada saat yang hampir bersamaan dengan dilakukannya sebuah eksperimen pengondisian klasik anjing oleh Ivan Pavlov, Edward Lee Thorndike (1906) sedang mempelajari kucing dalam kotak. Thorndike menempatkan kucing yang lapar dalam kotak dan meletakkan ikan di luar kotak. Untuk bisa keluar dari dalam kotak, kucing itu harus mengetahui cara embuka palang di dalam kotak tersebut. Pertama-tama kucing melakukan respon yang tidak efektif. Dia
mencakar dan menggigit palang. Akhirnya, secara tidak sengaja menginjak pijakan yang membuka pintu palang itu. Saat kucing dimasukkan kembali ke kotak, dia melakukan aktivitas acak sampai dia melakukan hal yang sama lagi. Pada percobaan berikutnya, kucing itu semakin sedikit melakukan gerakan acak, sampai akhirnya dia langsung menginjak pijakan itu untuk membuka pintu. Hukum efek Thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan sebaliknya perilaku yang diikuti dengan hasil negative akan diperlemah.
Pengondisian Operan Skinner
Pengondisian operan, di mana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terjadi, merupakan inti dari behaviorisme  
Skinner (1938). Konsekuensi atau hukuman bersifat sementara (kontingen) pada perilaku organisme.
Penguatan dan hukuman.
Penguatan (imbalan) (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Penguatan boleh jadi kompleks. Dalam penguatan positif, frekuensi respon meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Sedangkan dalam penguatan negatif, frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan.
Generalisasi, diskriminasi, dam pelenyapan
Dalam pengondisian klasik, kita telah membahas tentang generalisasi, diakriminasi, dan pelenyapan. Proses ini juga
merupakan dimensi pentimngn dari pengondisian operan. Genaralisasi dalam pengondisian operan adalah memberi respon yang sama terhadap stimuli yang sama. Diskriminasi adalah membedakan di antara stimuli atau kejadian lingkungan. Pelenyapan terjadi saat respon penguat sebelumnya tidak lagi diperkuat dan responnya menurun.
Analisis Perilaku Terapan dalam Pengondisian
- Meningkatkan perilaku yang diharapkan
Lima strategi pengondisian operan dapat dipakai untuk meningkatkan perilaku anak yang diharapkan:
- Memilih penguat yang efektif
Penguat yang seringkali dipakai guru adalah aktivitas.
- Prinsip Premack, yang dikemukakan oleh David premack, menyatakan bahwa aktivitas berprobabilitas tinggi dapat berfungsi sebagai penguat aktivitas berprobabilitas rendah. Misalnya, guru SD berkata kepada muridnya, “ jika kamu mengerjakan tugas menulis, kamu bisa main game di komputer”.
- Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu      
Agar sebuah penguat dapat efektif, guru harus memberikan hanya setelah murid melakukan perilaku tertentu. Misalnya, “ Nana, apabila kamu mengerjakan soal Matematika, kamu boleh bermain”.
- Memilih jadwal penguat terbaik
Penguatan parsial adalah memperkuat suatu respon hanya pada waktu tertentu. Skinner menyusun konsep jadwal penguat, yang merupakan jadwal penguat parsial yang menentukan kapan suatu respon akan diperkuat. Misalnya, “Citra, jika kamu bisa mengerjakan 5 soal Matematika, kamu boleh bermain”.
- Mempertimbangkan penggunaan perjanjian(contracting)
Perjanjian (contracting) adalah menempatkan kontingensi penguatan dalam tulisan. Jika
muncul problem atau anak tidak bertindak sesuai harapan, guru dapat merujuk anak pada perjanjian yang mereka sepakati.
- Menggunakan penguatan negatif secara efektif
Menggunakan penguatan negatif memiliki sejumlah kekurangan. Kadang-kadang ketika guru menggunakan strategi behavioral ini, anak marah, lari keluar ruangan, atau mengubrak-abrik barang. Hasil negatif ini biasa terjadi jka murid tidak memiliki kemampuan atau keahlian untuk melakukan apa-apa yang disuruh oleh gurunya.
Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan
Jika guru ingin mengurangi perilaku yang tidak diharapkan, mereka harus menggunakan empat langkah berikut secara berturut-turut:
- Menggunakan penguat diferensial
- Menghentikan penguatan (pelenyapan)
- Menghilangkan stimuli yang diinginkan
- Memberikan stimuli yang tidak disukai ( hukuman )
Ada sejumlah masalah yang berhubungan dengan penggunaan stimuli yang tidak menyenangkan.
- Jika anda menggunakan hukuman berat seperti membentak atau mengomeli dengan keras, maka anda akan menjadi contoh orang yang pemarah dan galak saat menghadapi situasi yang menekan.
- Hukuman bisa menimbulkan rasa takut, kemarahan, dan penghindar. Keprihatinan Skinner terbesar adalah sebagai berikut : Hukuman mengajarkan kita cara untuk menghindari sesuatu.
- Ketika murid dihukum, mereka mungkin akan marah dan cemas sehingga tidak bisa berkonsentrasi pada tugas mereka selama beberapa waktu setelah hukuman diberikan.
- Human akan mengajari murid
apa yang boleh dilakukan, bukan apa yang seharusnya dilakukan. Jika anda membuat pertanyaan hukuman seperti “Jangan, itu salah,” jangan lupa beri juga dengan umpan balik seperti “Sebaliknya dilakukan ini saja”.
- Apa yang dimaksud sebagai hukuman dapat berubah menjadi penguat. Seorang murid mungkin belajar bahwa perilaku bukan hanya akan mendapat perhatian guru, tetapi juga membuatnya disegani diantara teman-teman sekelas.

Pendekatan Kognitif Sosial Untuk Pembelajaran

Tes Kognitif Sosial Bandura
Teori kognitif sosial Bandura menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Dia menyatakan bahwa ketika murid belajar, maka dapat merepresentasikan atau mentransformasi pengalaman mereka secara kognitif. Bandura mengembangkan model determinidme rasiprokal yang terdiri dari tiga faktor utama: perilaku, person atau kognitif, dan lingkungan. Faktor person yang ditekankan Bandura belakangan ini adalahself-efficacy, keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif.
Pembelajaran Observasional
pembelajaran observasional, juga
dinamakan imitasi atau modelling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
Studi Boneka Bobo Klasik
Dalam percobaan boneka bobo, Bandura mengilustrasikan bagaimana pembelajaran observasional dapat terjadi bahkan dengan menyaksokan seorang model yang tidak diperkuat atau dihukum. Eksperimen tersebut juga menunjukkan perbedaan antara pembelajaran dan kinerja. Sejak eksperimen awalnya, Bandura menitikberatkan pada proses tertentu yang ada dalam proses pembelajaran observasional. Proses ini antara lain atensi, retensi, produksi, dan motivasi.

Psikologi Pendidikan - Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi

PERENCANAAN

Perencanaan Instruksional
adalah pengembangan atau penyusunan strategis sistematik dan tertata untuk merencanaan pelajaran.
Kerangka Waktu
berikut salah satu contoh rencana dan tugas
Apa yang Perlu Dilakukan
1. Menentukan tujuan instruksional
2. Merencanakan kegiatan
3. Menentukan prioritas
Waktu Melakukannya
4. Membuat etimasi waktu
5. Membuat jadwal
6. Fleksibel

PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN TEACHER-CENTERED

Perencanaan Pelajaran Teacher-Centered
Tiga alat umum di sekolah yang berguna dalam perencanaan teacher-centered
1. Menciptakan Sasaran Behavioral
2. Menganalisis Tugas
3. Menyusun Taksonomi Instruksional
    diklasifasikan menjadi 3 :
1. Domaim Kognitif
2. Domain Afektif
3. Domaim Psikomotor

Instruksi Langsung
adalah pendekatan teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dam kontrol guru, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademi, dan usaha oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid.

Strategi Instruksional Teacher-Centered
1. Mengorientasikan
2. Advance organizer, terdiri dari 2 bentuk :      Expository advance organizer dan                  Comparative andvance organizer.
3. Pengajaran, Penjelasan, dan
    Dokumentasi
4. Pertanyaan dan Diskusi
5. Mastery Learning
6. Seatwork
7. Pekerjaan Rumah

Mengevaluasi Instruksi Teacher - Centered
- Jadilah peremcana yang rapi dan ciptakan   sasaran instruksional.
- Selalu berharap agar murid mendapatkan   kemajuan dan memastikan agar murid         mendapat waktu pembelajaram akademik
  yang memadai.
- Luangkan waktu untuk memberikan  
  pelajaran.
- Gunakan metode lecturing.
- Libadkan murid dalam pembelajaran
  dengan mengembangkan keterampilan
  mengajukan pertanyaan yang baik dan
  meminta mereka ikut dalam diskusi kelas.
- Suruh murid mengerjakan seatwork.
- Beri pekerjaan rumah kepada murid
  untuk meningkatkan waktu pembelajaran
  akademik.

Prinsip Learner - Centered

Prinsip learner - centered ada 4 :
Faktor kognitif dan Metakognitif, ada 6 prinsip :
1. Sifat proses pembelajaran
2. Tujuan proses pembelajaran
3. Konstruksi pengetahuan
4. Pemikiran strategis
5. Memikirkan tentang pemikiran
6. Konteks pembelajaran

Faktor Motivasi dan Emosional
- Pengaruh motivasi dan emosi terhadap
   pembelajaran
- Motivasi intrinsik untik belajar
- Efek motivasi tethadap usaha

Faktor Sosial dan Developmental
- Pengaruh perkembangan pada
  pembelajaran
- Pengaruh sosial terhadap pembelajaran

Faktor Perbedaan Individual
- Perbedaan individual dalam pembelajaran
- Pembelajaran dan diveritas
- Standar dan penilaian

Beberapa Strategi Instruksional Learner Centered
- Pembelajaran Berbasis Problem, dalam pembelajaran berbasis problem, perencanaan dan instruksinya sangat berbeda dengan pendekatan teacher-centered.
- Pertanyaan Esensial adalah pertanyaan yang merefleksikan inti dari kurikulum, hal paling penting yang harus dieksplorasi dan dipelajari oleh murid.
- Pembelajaran Penemuan adalah pembelajaran di mana murid menyusun pemahaman sendiri.
- Penemuan dengan Bimbingan, pembelajaram dimana murid didorong untuk menyusun sendiri prmahamannya, tetapi juga dibantu dengan pertanyaan dan pengarahan dari guru.

Mengevaluasi Instruksi Learner- Centered
Pendekatan learner-centered untuk perencanaan dam instruksi pelajaran memberikan banyak hal positif. Prinsip tersebut mendorong guru untuk membantu murud secara aktif mengkonstruksi pemahaman mereka, menentukan tujuan dan rencana, berpikir mendalam dan kreatif, memantau pembelajaran mereka dan memenuhi standar.

Teknologi Dan Pendidikan
Teknologi adalah tema penting dalam pendidikan sehingga selalu dibahas.

Revolusi Teknologi
Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi dimana kita kini hidup.
Internet
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer.
World Wide Web
Adalah sistem pengambila  informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet.
Website
Adalah lokasi individu atau organisasi diinternet.
E-mail
Adalah singkatam dari electronic mail dan merupakan bagian penting lain dari internet.
Standar Untuk Murid Yang " Melek Teknologi "
1. Pra-taman Kanak-Kanak Sampai Grade Dua
2. Grade 3 sampai 5
3. Grade sampai 8
4. Grade 9 sampai 12




Sabtu, 04 Maret 2017

Psikologi Pendidikan

Kelompok 3 : Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi

Kamis, 02 Maret 2017

Psikologi Pendidikan Kelompok 3

  KELOMPOK 3  Fazila Humayra 16-162 Myra Yuliza  16-163 Megawati Ginting 16-179 Mutthaharah  16-199 Shania Ulimaz 16-203 Deau Fitri Aini  16-206 Amanda Aprilitta  16-207 Amelia Reisha  16-218  Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan 2 sks harus memiliki email  dan blog ditinjau dari penilian Psikologi Pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya? Menurut kelompok kami, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan 2 sks harus memiliki email dan blog agar: Dapat menambah ilmu dan pengalaman di dunia blog Kita dapat mengetahui cara membuat blog, cara penggunaannya dan berbagi informasi kepada orang lain di seluruh Indonesia. Kita juga dapat menambah ilmu melalui kuliah online yang di berikan oleh pemateri dari seluruh penjuru dunia, berbagi pengalaman dengan sesama mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan di Indonesia dengan hanya cara mengakasesnya via internet. Memudahkan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dan pembelajaran Email dapat mempermudah dalam mengumpulkan tugas. Adanya email  dapat memudahkan mahasiswa mengumpulkan tugas ke dosen tanpa bertatap muka secara langsung. Membantu pemecahan masalah Blog dapat membuat mahasiswa mengembangkan kemampuannya dalam menemukan dan mengelola informasi dan pengetahuan untuk memecahkan masalah masalah pada dunia nyata. Terutama tentang pendidikan di daerah sekitar kita.

Minggu, 04 Desember 2016

Mempelajari Microsoft Word


Sebelumnya saya sudah mengetahui apa itu microsoft word dan telah diajarkan bagaimana cara mempergunakannya pada saat SMP. namun yang diajarkan hanya basicnya saja. seperti jenis huruf ukuran tulisan, pembuatan nomor, dan penomoran halaman.
Dibangku kuliah saya diajarkan lagi bagaimana cara menggunakan microsoft word dan ternyata banyak sekali menu di microsoft word yang belum saya ketahui. seperti cara meratakan paragraf, membuat chart, hyperlink (untuk membuat tautan pada teks), header dan footer (mengatur bagian dalam dokumen), memberi tabel, bagaimana cara mengecek segala penulisan pada dokumen dan lain sebagainya. 

Di bawah ini adalah menu yang terdapat pada microsoft word





Sekarang saya menjadi lebih tau tentang apa saja yang ada di microsoft word dan menggunakannya untuk membuat laporan atau data. karena dengan microsoft word dapat mempermudah kita dalam membuat laporan atau data.

>">

mempelajari microsoft word">>mempelajari microsoft word

Kunjungan Minggu Ini

Shania Ulimaz Yasmin. Diberdayakan oleh Blogger.